wahaaha, judul diatas memang sangat lebay, tapi yaa pengalaman saya waktu tanggal 9 july memamng begitu.
waktu tanggal 8 july, sehabis mencontereng pemilu pilpres, saya diam. saya ingat jam 2 ini saya harus pergi ke acara perpisahan kelas,padahal sekarang sudah jam 11.30 dan saya belum mempersiapkan apa2. oke sebenarnya saya sangat inginm ke jogja, bukan ke ciwidey, karena salah satu guru saya menceritakan pengalamanya ke museum affandi (tidaaak! itu obsesi saya pergi kesana), dan ke pantai di wonosari (whaa, katanyaa indah pisaaan), tapi yasudahlah berhubung dana terbatas, dan ini perpisahan kelas, bermain bermain bersama teman masa sma, jadi saya ngikut.
sebelumnya saya pergi ke nf, biasa bersua dengan teman sejawat, dan memutuskan bahwa liburan nanti kita tidak akan pergi jauh, hanya sekitar bandung & sekitarnya ( yaaah :( ) berhubung keterbatasan dana, dan tentu saja izin ortu, tapi ya sudalah.
akirnya saya meluncur ke sekolah tercinta (mantan), walupun janjinya jam 4 tapi kt pergi jam 4. saya harus memastikan semuanya dapet kendaraan, sebenernya sih kalo mau jujur saya ingin nebeng mobilnya dimas, tapi yasudahlah sdemi yang lain, yang tersisa hanya 2 motor, dengan mirza ato dengan tyo. pilihan yang sangat sulit, mirza itu sangat ugal2an kalo membawa motor, tapi tyo lebih parah lagi, tidak ada rem di motornya, jadi ya saya ngikut mirza.
akhirnya saya dan temanteman nyampe dengan selamat, walupun yaa ada sedikit salah paham dijalan, dll. tiba disana indah berkata kepada saya "shel, tadi muka kamu bodor ajalah, asa pasrah pisan dibawa sama si mirza" , saya pun menjawab "oiyaa? emang ngeri ajalah, dia suka sok2an lepas tangan 2 gitu, kerjaannya makaan!", indah pun tertawatawa.
yaa, nyampe disana biasa fotofotoooo terus, smpe pusingg. oiyaa villanyaa bagfuus bener (makasii ya tew), makan dsb.
tiba2 echa ngmng " shel ada masalah tentang buklet, sebagian foto kita ngilang!"
shely : " wew"
sekalian nyari jagung buat dibakar, aku+echa, kankan+atw pegi ke daerah cimanggu, wooo dingiin pisan lah, kankan+atw mah skalian pacaran, lah aku echa? yaa mikirin buklet sekalian ngalor ngidul ngobrol.
pas balik lagi ke villa, makaan brg2, dandutan, saya tidur ajm 2.15 lah, yaa biasalah kalo sama temen2, dan yang lainya juga banyak yang ga tidur.
nah tanggal 9 saya mulai mempertaruhkan nyawa.
awalnya pas subuh, setelah sholat shubuh + acara diramal oleh mamah indah kita keluar buart jalan2, ngeliat sunrise, yaa walopun cm keliatan dikit, tapi lumayan keliatanlah. abis fotofoto, yang lain pada balik ke penginapan, saya ngajak mereka buat jalan2 gamau, yaudah saya pergi sendiri ngelanjutin perjalanan.
saya kira bakalan ama, di desa orang, mumpung pagi2. saya ngikutin jalan, ada beberapa rumah warga, dan ada semacam kebun dan hutan2 kecil. jalanya lumayan nanjak (jadi inget pepatah risma "lamun aya nanjak, kudu seuri, sabab inget bakal aya mudun. tah jiga lamun aya masalah, eta oge kudu seuri, sabab inget aya penyelesaian," haha pepatah yang bagus), dan saya melihat ada 7 buah anjing yang mungkin sedang berjoging bersama. saya diam dulu, nunggu si anjing berjoging. skitar 5 menitan saya kembali meneruiskan perjalanan. pemandangan nya cukup indah, katrena daerah itulebih tinggi, saya bertemu bapa2, saya tersenyum, siappun saya senyumi disana (haha sok kenal). wah ternyata terus berjalan ada kuburan, kebun kayu, beberapa rumah warga tapi sangat jarang.
tiba-tiba masih ada seekor anjing yang tersisa, jantung saya berdegup sangat kencang, anjing gunung itu mengonggongi saya, terus dan mulai mendekati saya, dan gawat nya saya disana sendirian. anjingnya terus mengejar saya, saya tidak bisa berlari, karena katanya kalo saya berlari anjing nya akan makin cepat mengejar. tapi saya haru gimana? saya benar2 sendirian disana, saya berteriak " tolong tolong" dan tetap ga ada yang dengar, anjing itu terus menggongong kepada saya dengan kerasnya. inikah yang dulu saya citacitakan? (skedar info,, memang saya bercita cita pingin dikejar anjing, pngin dapat sensasinya) tapi bukan yang seperti ini. alhamdulillah, saya mendengar suara bapabapa "heh, ulah, entong! neng moal nanaon moal". tapi saya ga melihat wajahnya, waa, mana anjingnya terus mendekat, saya terus berteriak " bapa, tulung. anjingna ngadeketan! waaaa!"
dan alhamdulillah saya melihat wajah si bapa, bapa itu melempari anjing itu dengan batu, dan anjing itu pergi.
"neng, naha te dibaledog ku batu weh?" tanya bapa ke saya
saya : " duh bapa, abdi teu nyandak batu "
bapa: " emang sieun ku anjing?"
saya: :"enya atuh pa, komo dui nu galak kitu. duh pak hatur nuhun pisan, abdi bade uih deui."
bapa:"nyaa, samisami neng"
kapok saya, saya langsung kembali ke penginapan, sembari waspada siapa tau sepupunya ada.
setelah saya kembali ke penginapan, dengan wajah syok, saya bercerita ke beberapa teman saya. dan mereka berkata " suruh siapa atuuh, autis, sendirian pegi2an". tapi yasudahlah.
lalu kita semua makan, beres2, diskusi masalah buklet, lalu kita ada niatan untuk pergi ke kawah putih. tapi tiba2 mirza bilang " shel, kamu yang bawa motor yaa, saya di bonceng kamu" saya pun menjawab "oh boleh, kalomau kerumah sakit mah"
" ah jd kamu gabisa?" jawab mirza. akirnya mirza dapet seseorang yang mau membonceng mirza. yaitu nella. lalu saya dengan siapaa? dang, saya ingat, yang tersisa hanya tyo, dan tyo tidak ada rem di motornya. setalah berdiskusi lama, dengan harus membayarkan bensin, dll, sy pun naik motornya tyo.
walo dag digdug daun sampeu, saya pun selamat ke kawah putih, tapi ada beberapa masalah, mobilnya nella dan dimas, tidak bisa kalo terlalu curam, ada beberapa motor matic yang tidak bisa nanjak pun, dan kita semua kekurangan uang, greaaat! kita tidak jadi kesana. dengan nekat, kita melanjutkan perjalanan ke situ patenggang.
disana pun kita naik perahu, dengan nego yang sangat lama. saya ikut rombongan yang berisikan 15 orang, termasuk riri dan aris yang notabene kelas berat. kita tidak memakai operator, kita dayung sendiri.
dan riri tetap kekeuh mau di paling depan. sejujurnya kita semua sangat takut. karena sedikit riri bergerak, kapal akan oleng, tapi si riri malah terus bergerak.
oarang-oarang dalam kapal sudah berteriak " riiiiii, baleeegg, nyawaaa yeuhh. urang ,asi kepengen kuliah" sambil bernyanyi2, balapan dengan kapal sebelah, ketemu monyet, malah kapal sebelah mau dilompatin monyet, akirnya kita sampai ke batu cinta.
subhanalllloh, bagus bener pemandanganya, sumpritt.
karena cuaca mendung kita pun hendak pulang. saya pun diantar kankan, saking cape nya, saya sampe tertidur dimotor, saampai kepala nya kankan beberapa kali kena kepala saya (maaf ya kankan0, bener2 panas pantat. untung aja kankan ga tertidur. karena kankan sudah ngomong kepada saya "wah shel, tunduh ung"
da alhamdulillah, saya datang dengan selamattt.
sampe rumaah, makaaan, sholat ashar, tiduuuuur.
Sabtu, 11 Juli 2009
Senin, 06 Juli 2009
gimana ya sekarang?
Saya berbeda dengan yang lain. Ketika orang-orang yang lain sibuk menyamakan jawaban SNMPTN mereka, menghitung poin2, saya hanya diam.
Sebenarnya banyak teman yang menyuruh saya untuk menyamakan jawaban, katanya sih biar ga kaget ntar, tapi saya tetap tidak akan.
Mungkin saya pengecut, karna saya memang takut jika jawaban saya memang banyak yang salah, tapi memang saya menikmati semua kegelisahan ini, dagdigdug daun sampeu lah iyey, seru!
Tapi, sekitar 2 hari yang lalu saya sempat melihat kunci jawaban, walaupun tidak dihitung benar salahnya, tapi ya bisa dikatakan lumayan bagus, saya masih tetap optimis. Tapi saya lupa sama fisika!
Oke, dengan besar hati, pagi ini saya melihat lembar soal kemampuan ipa, dan saya memberanikan diri untuk melihat fisika. Dan hasilnya, dang! Dari 4 yang saya jawab, semuanya salah. Dan alhasil saya dapet nilai mati untuk pelajaran fisika yaitu -4.
Saya benarbenar takut, saya tidak punya cadangan kuliah, dan kata ibu saya jika saya tidak lulus SNMPTN saya harus menganggur dulu, karna saya diwajibkan masuk PTN.
Hmmp
Okee,
Apa yang harus saya lakukan sekarang?
Tetap optimis seperti yang dikatakan the secret? Tapi tidak bisa.
Ato hanya pasrah sajaa?
Saya langsung texting ke teman saya duta mengenai kabar ini, dia membalasnya seperti ini :
"Fortes fortuna adiuvat"..
Artinya keberuntungan hanya akan hadir bagi mereka yg berani.
Shel,, kmu hrus berani menghadapinya krena ktika kmu brani menghadapinya keberuntungan dan keajaiban akan muncul..
Anggap ajha kmu yg pnya -4 sendirian, dn yg lain -10...
Tetaplah berpikir positif dan bnyk berdoa..
Insya Allah, semua ada jalannya..
"Tak semua yg dpt dihitung, diperhitungkan dan tak semua diperhitungkan, dapat dihitung."
Terimakasih duta, setidaknya ketakutan, kekhawatiran saya sedikit berkurang.
Tapi saya masih belum tahu apa yang harus saya lakukan sekarang, masih berusaha untuk bersikap ikhlas walopun sedikit sulit, karena semua yang ada di bumi dan di langit ini adalah kepunyaanNya
Sebenarnya banyak teman yang menyuruh saya untuk menyamakan jawaban, katanya sih biar ga kaget ntar, tapi saya tetap tidak akan.
Mungkin saya pengecut, karna saya memang takut jika jawaban saya memang banyak yang salah, tapi memang saya menikmati semua kegelisahan ini, dagdigdug daun sampeu lah iyey, seru!
Tapi, sekitar 2 hari yang lalu saya sempat melihat kunci jawaban, walaupun tidak dihitung benar salahnya, tapi ya bisa dikatakan lumayan bagus, saya masih tetap optimis. Tapi saya lupa sama fisika!
Oke, dengan besar hati, pagi ini saya melihat lembar soal kemampuan ipa, dan saya memberanikan diri untuk melihat fisika. Dan hasilnya, dang! Dari 4 yang saya jawab, semuanya salah. Dan alhasil saya dapet nilai mati untuk pelajaran fisika yaitu -4.
Saya benarbenar takut, saya tidak punya cadangan kuliah, dan kata ibu saya jika saya tidak lulus SNMPTN saya harus menganggur dulu, karna saya diwajibkan masuk PTN.
Hmmp
Okee,
Apa yang harus saya lakukan sekarang?
Tetap optimis seperti yang dikatakan the secret? Tapi tidak bisa.
Ato hanya pasrah sajaa?
Saya langsung texting ke teman saya duta mengenai kabar ini, dia membalasnya seperti ini :
"Fortes fortuna adiuvat"..
Artinya keberuntungan hanya akan hadir bagi mereka yg berani.
Shel,, kmu hrus berani menghadapinya krena ktika kmu brani menghadapinya keberuntungan dan keajaiban akan muncul..
Anggap ajha kmu yg pnya -4 sendirian, dn yg lain -10...
Tetaplah berpikir positif dan bnyk berdoa..
Insya Allah, semua ada jalannya..
"Tak semua yg dpt dihitung, diperhitungkan dan tak semua diperhitungkan, dapat dihitung."
Terimakasih duta, setidaknya ketakutan, kekhawatiran saya sedikit berkurang.
Tapi saya masih belum tahu apa yang harus saya lakukan sekarang, masih berusaha untuk bersikap ikhlas walopun sedikit sulit, karena semua yang ada di bumi dan di langit ini adalah kepunyaanNya
Sabtu, 04 Juli 2009
will u kiss my pain away?
sebuah percakapan sunyi
"Apakah saya terlalu keras terhadap diri saya sendiri?"
"ya, saya rasa demikian, mungkin akan tidak baik jika dibiarkan terus"
"tapi saya menikmati kesakitan ini, apakah salah?"
"tidak ada yang salah, hanya coba fikirkan ulang, mungkin menghilang 5 hari, menjauh dari pergaulan, pergi ke kota orang, bukan ide yang buruk"
"itu memang obsesi saya. Tapi norma dan lingkungan sekitar melarang, jadi saya harus bagaimana?"
"fikirkan apa yang kamu inginkan sekarang, dan lakukanlah!"
"akan saya coba"
"Apakah saya terlalu keras terhadap diri saya sendiri?"
"ya, saya rasa demikian, mungkin akan tidak baik jika dibiarkan terus"
"tapi saya menikmati kesakitan ini, apakah salah?"
"tidak ada yang salah, hanya coba fikirkan ulang, mungkin menghilang 5 hari, menjauh dari pergaulan, pergi ke kota orang, bukan ide yang buruk"
"itu memang obsesi saya. Tapi norma dan lingkungan sekitar melarang, jadi saya harus bagaimana?"
"fikirkan apa yang kamu inginkan sekarang, dan lakukanlah!"
"akan saya coba"
Senin, 29 Juni 2009
maaf
cuma kata ini yang bisa saya katakan.
maaf kepada teman-teman saya,
bukanya saya tidak mau jujur tentang keadaan saya sekarang ke kalian,
tapi memang saya diharuskan diam untuk saat ini.
maaf kepada teman-teman saya,
bukannya saya gamau cerita tentang masalah yang dihadapi sm saya sekarang,
tapi skrg waktu saya untuk mencoba menyelesaikannya sendiri
maaf kepada teman-teman saya,
yang selalu nanya "kenapa shel?", "baik-baik saja?"
membuat kalian khawatir,
karena menurut saya skrg masa pendewasaan saya terhadap sesuatu hal
mungkin kalo emang nanti waktunya pas, saya bakal cerita semuanya
maaf kepada teman-teman saya,
bukanya saya tidak mau jujur tentang keadaan saya sekarang ke kalian,
tapi memang saya diharuskan diam untuk saat ini.
maaf kepada teman-teman saya,
bukannya saya gamau cerita tentang masalah yang dihadapi sm saya sekarang,
tapi skrg waktu saya untuk mencoba menyelesaikannya sendiri
maaf kepada teman-teman saya,
yang selalu nanya "kenapa shel?", "baik-baik saja?"
membuat kalian khawatir,
karena menurut saya skrg masa pendewasaan saya terhadap sesuatu hal
mungkin kalo emang nanti waktunya pas, saya bakal cerita semuanya
Langgan:
Entri (Atom)
